Mengaplikasikan Pakan Ternak Fermentasi

Mengaplikasikan Pakan Ternak Fermentasi

Metode yang saat ini sedang trend untuk pakan ternak yaitu diolah secara fermentasi atau diawetkan. Hal ini menjadi bahan percobaan semua peternak yang mungkin sudah mulai susah untuk mencari rumput segar. Oleh karena itu, metode fermentasi menjadi salah satu jalan untuk mensiasati rumput, pelepah sawit, gedebog dan lain sebagainya supaya bisa disimpan lebih lama. Lantas bagaimana cara mengaplikasikan pakan ternak fermentasi?

Cara mengaplikasikan pakan ternak fermentasi merupakan teknik sederhana yang sudah banyak dijelaskan di berbagai artikel sebelumnya. Dimana fermentasi pakan adalah proses amoniasi atau juga bisa disebut dengan peragian. Menggunakan metode ini sering kali digunakan untuk pakan ternak ruminansia atau hewan seperti sapi, kambing dan kerbau.

Proses fermentasi ini juga memiliki sebuah tujuan untuk maksimalkan pengawetan kandungan nutrisi yang telah tersedia dalam makanan hijauan tersebut. menggunakan metode ini juga supaya bahan tersebut bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama kurang lebih sekitar 2-3 bulan. Sudah dijelaskan bahwa pakan ternak yang difermentasi akan menanggulangi seorang peternak ketika kekurangan pakan hijauan pada saat kemarau panjang.

Baca Juga : Mesin Chopper Rumput Super Halus

Manfaat Mengaplikasikan Pakan Ternak Fermentasi

  • Pertumbuhan dan menambah nafsu makan pada hewan ternak
  • Daging yang dihasilkan hewan tersebut sangat rendah kolestrol dan tidak berbau
  • Mampu mengurangi bau pada kotoran hewan tersebut
  • Kotoran hewan ternak yang memiliki kualitas baik maka bisa digunakan untuk pupuk kandang.

Kualitas hewan ternak yang akan semakin baik dan juga memiliki efek samping pada nilai jual yang akan mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan kondisi dari hewan ternak semakin sehat dan gemuk. menggunakan metode pakan ternak fermentasi ini mampu tingkatkan pendapatan bagi penjual daging dan juga para peternak.

Mengingat hewan yang makan hijauan yang sudah fermentasi membuat gemuk, sehat dan berbobot maka juga dibutuhkan perawatan ekstra dalam pemberian pakan serta standar, jangan berlebihan. Supaya hewan tetap bugar maka selain diberikan pakan berfermentasi maka juga harus diberikan suplemen.

Cara Mengaplikasikan Pakan Ternak Fermentasi Buatan Sendiri

  • Alat pencacah atau mesin chopper yang saat ini sedang trend
  • Jerarmi atau rumput
  • Terpal, plastik besar atau tong besar sesuai dengan kebutuhan bahan
  • Tetesan gula pasir
  • Suplemen probiotik
  • Air
  • Dedak

Cara Pembuatannya

Pertama, cacah jerami atau rumput dengan mesin chopper yang bisa dipesan melalui pandawadesign.com

Kedua, siapkan tempat untuk pembuatan, bisa menerapkan terpal besar atau menggunakan tong besar.

Ketiga, dalam larutan gula pasir dan ditambah suplemen serta air secukupnya sesuai dengan bahan baku yang tersedia.

Keempat, siramkan semua bahan dan pastikan tersusun rata pada saat diberikan larutan gula dan suplemen tersebut.

Kelima, pastikan semua teraduk rata

Keenam, kalau semua sudah diaduk secara rata maka selanjutnya tutup tong atau terpal secara rapat dan kedap dengan udara.

Ketujuh, kalau sudah tertutup maka ditunggu proses fermentasi sekitar 1-14 hari.

Kedelapan, kalau sudah jadi maka sebelum diberikan ke hewan ternak maka angin-anginkan kurang lebih 15 menit. Kemudian baru bisa anda berikan ke hewan ternak tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk pemesanan hubungi 0812-1773-9286
× Chat WhatsApp