Memanfaatkan Tanaman Lokal Untuk Fermentasi Pakan Ternak

Memanfaatkan Tanaman Lokal Untuk Fermentasi Pakan Ternak

Tanaman lokal memang sangat membantu untuk urusan pakan ternak seperti rumput, jerami, pelepah sawit dan lain sebagainya. Hewan ternak yang biasa di konsumsi setiap orang yaitu daging kambing dan sapi. Maka dari itu para peternak membutuhkan porsi banyak untuk pakan ternak dengan jumlah puluhan ekor hewan. Solusi utama disini memanfaatkan tanaman lokal untuk fermentasi pakan ternak, dimana memiliki banyak nutrisi dan juga ada kelemahan dari hasil fermentasi tersebut.

Resiko untuk fermentasi pakan ternak cukup banyak namun anda tidak perlu khawatir karena semua bisa diantisipasi lebih dulu. Proses fermentasi ini merupakan cara pakan tersebut dengan dibantu oleh mikrobiologi.

Dimana bakteri tersebut yang digunakan memiliki jenis bakteri tertentu dan bekerja dengan sistem anaeorb yang lebih optimal. Pada bakteri akan membuat pakan menjadi memiliki PH asam jadi bakteri aerob tidak dapat berkembang dalam suasana ini. Sifat asam telah disebebkan dari hasil reaksi fermentasi tersebut, beberapa bakteri telah menghasilkan asam laktat dan juga ragi menghasilkan alcohol. Maka dari itu fermentasi pakan ternak sebaiknya sebelum diberikan kepada hewan maka diangin-anginkan atau dikeringkan lebih dulu, supaya kadar alkohol menguap.

Baca Juga : Jerami Fermentasi Pengganti Pakan Hijauan

Cara Manfaatkan Tanaman Lokal Untuk Fermentasi Pakan Ternak

Beberapa tanaman lokal yang bisa dijadikan pakan ternak dengan nutrisi dan gizi baik, jika belum terdapat nutrisi yang cukup bisa ditambah dengan vitamin. Tanaman tersebut diantaranya yaitu kulit buah kakao, kulit kopi, jerami padi, daun singkong, klobot jagung, limbah pasar, rumput, pelepah sawit, daun jati, gedebog jagung, eceng gondok dan masih banyak lagi. Disini akan diulas salah satu cara untuk fermentasikan pakan ternak yang sangat sering digunakan oleh para peternak.

Langkah-Langkah Fermentasi Jerami

Perlu anda ketahui bahwa bahan selain jerami juga terdapat starter fermentasi dan urea. Dimana starter ini yang digunakan yaitu probion, starbio ataupun merek lain terbuat dari rumen sapi. Beginilah cara buat fermentasi jerami dengan probion sesuai takaran.

Pertama, siapkan 1 ton jerami padi dan dibutuhkan 2.5kg probion serta 2,5kg urea. Semisal jerami 5 ton maka probionnya membutuhkan 12.5kg dan urea 12.5 kg. Pastikan jerami ini memiliki potongan kecil-kecil jadi bisa ditaruh pada wadah dan tidak memakan tempat. Proses pencacahan bisa menggunakan mesin chopper.

Kedua, proses fermentasi jerami ini pastikan ditempat yang teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari serta hujan secara langsung. Kenapa tidak boleh kena sinar matahari karena bisa membunuh bakteri.

Ketiga, proses pencampuran antara probion, urea dan jerami ini dilakukan secara merata dan berlapis-lapis.

Keempat, pada lapisan pertama maka letakkan jerami sekitar tinggi 20cm dan ditaburi urea dan probion. Kalau sudah maka lapisi jerami lagi dan ditaburi lagi, begitu sampai jerami habis.

Kelima, jika sudah maka bisa didiamkan selama 3 minggu atau 21 hari. Kalau sudah dilakukan hal tersebut maka usai 3 minggu jerami di keringkan lebih dulu supaya kandungan air berkurang dan pastikan kering supaya bisa disimpan lebih lama serta bisa diberikan ke hewan ternak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk pemesanan hubungi 0812-1773-9286
× Chat WhatsApp