Wet Dust Collector

WET DUST COLLECTOR

Walaupun sama fungsi dust collector, tetapi kedua jenis dust collector ini sangatlah berbeda pada media pemisah material serbuknya. Tentu masing – masing jenis dust collector memiliki karakter tersendiri terkait dengan material serbuk yang dihisap. Pada posting kami kali ini akan menjelaskan tentang wet dust collector kebalikan dari dry dust collector.

Sudah kita jelaskan pada posting sebelumnya bahwa fungsi dust collector adalah sebagai air pollution control yang mengendalikan polusi agar tidak mencemari lingkungan dan kesehatan. Polusi pada proses industri tidak hanya lingkup serbuk hasil proses industri, melainkan masih banyak polutan lain yang dapat mencemari lingkungkan. Kita ambil contoh polutan kimia pada industri pupuk ataupun cerobong asap. Tentu dust collector yang digunakan harus dapat mengurangi dan menghilangkan polusi kimia maupun asap yang memiliki bentuk partikel lebih kecil dibandingkan serbuk.

Pada industri semacam ini web dust collector sangat cocok digunakan jika dibandingkan dengan dry dust collector. Karena media filter akan tetap tembus jika partikel polutan sangat kecil. Terlebih jika polutan memiliki temperatur panas yang tinggi tentu media filter atau sejenisnya akan mudah terbakar. Dengan menggunakan wet dust collector polusi akan di saring pada media air yang berada dalam sistem. Setiap partikel polutan pada udara yang di lewatkan media air akan menempel dan bercampur dengan air, sedangkan udara bersih akan terus keluar melalui exhaust atau cerobong.

Wet dust collector memang terkadang tidak dapat membersihkan secara tuntas polusi asap yang ada. Akan tetapi penggunaan wet dust collector sangat banyak mengurangi asap industri yang terjadi, sehingga lebih ramah terhadap lingkungan sekitar industri. Wet dust collector semacam ini sering digunakan pada industri yang memiliki cerobong asap seperti cerobong boiler.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat WhatsApp