Jerami Padi Fermentasi Untuk Pakan Ternak

Jerami Padi Fermentasi Untuk Pakan Ternak

Saat ini untuk pakan ternak memang sudah mulai berbagai macam, salah satunya jerami padi. Pakan ternak memiliki sumber serat yang baik untuk bahan baku jerami padi dengan proses fermentasi, dimana dengan menggunakan metode tersebut terdapat manfaat ganda untuk industri pakan berserat yang digunakan untuk peternakan ruminansia. Jerami padi fermentasi untuk pakan ternak sangat membantu juga jika persediaan makanan mulai menipis.

Selain itu juga memiliki nilai tambah bagi petani padi, karena jerami yang sudah tidak digunakan masih bisa di daur ulang sebagai pakan ternak. Disini dalam perhitungan ekonomis yang diterapkan dalam teknik fermentasi jerami padi akan menguntungkan yang sangat signifikan, dimana terdapat luas tanaman padi dan juga perkembangan ternak ruminansia di Indonesia.

Jerami padi fermentasi untuk pakan ternak yang bisa dihasilkan mampu capai 4-5 ton per hektar dan per tahun yang mampu penuhi kebutuhan pakan berserat untuk 2 -3 ekor sapi untuk sepanjang tahun. Dalam fermentasi jerami padi yang telah dilakukan dalam metode mencampurkan bahan starter mikroba untuk penghasil enzim pemecah serat dan urea dalam menggunakan metode yang sangat sederhana.

Metode Fermentasi Jerami Padi Untuk Pakan Ternak

Melakukan metode sederhana ini maka memiliki keuntungan lebih maksimal dibandingkan dalam penggunaan senyawa kimia. Menggunakan metode ini maka cukup mudah didapatkan, praktis, murah, dan memiliki nilai tambah yang tinggi untuk bahan dasar yang sudah digunakan. Ternyata kalau proses fermentasi menggunakan bahan kimiawi maka jerami padi sangat memungkinkan terjadi iritasi pada saluran pernafasan pada ternak maka sebabkan gangguan kesehatan atau bahkan bisa saja sampai terjadi kematian.

Baca Juga : Membuat Pakan Fermentasi Untuk Kambing

Jerami padi fermentasi untuk pakan ternak juga mampu meningkatkan nutrisi dan sangat memungkinkan untuk disimpan diwaktu yang cukup lama. Tidak hanya itu saja, komponen serat yang terdapat dari jerami padi tersebut juga lebih mudah alami degradasi dalam rumen jadi mampu berikan energi dalam bentuk asam lemak yang sangat mudah terbang untuk hewan ternak.

Bahan yang digunakan yaitu starter mikroba mampu tunjang perkembangan mikroba dan menghasilkan enzim untuk pemecah serat yang sangat mudah didapatkan serta belum banyak dimanfaatkan yang disebut probion. Ketahulah bahka probion ini produk campuran dari beragam macam jenis mikroba rumen.

Cara Membuat Jerami Padi Fermentasi Untuk Pakan Hewan

Pertama, jerami padi sebagai bahan baku yang harus dikumpulkan dari sawah dan di cacah menggunakan mesin, setelah itu dihamparkan kurang lebih memiliki ketebalan 10-20 cm dan ditempatkan pada wadah yang sudah disediakan.

Kedua, kemudian anda bisa menaburkan campuran urea, starter mikroba atau probion dan aduk sampai merata. Selanjutnya anda bisa melakukannya berulang kali sampai tumpukan capai ketinggian 3 meter. Dimana dalam campuran tersebut terdapat 2.5kg probion dan 2,5kg urea untuk setiap ton jerami padi.

Ketiga, tumpukan jerami tersebut didiamkan selama 3 minggu dan setelah kering secara langsung dibawah sinar matahari atau oven yang memiliki suhu 80-100% dan kandungan air 10%.

Keempat, jika jerami padi sudah kering maka dikemas dengan bentuk kotak dan simpan sebelum digunakan untuk akan ternak ruminansia tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk pemesanan hubungi 0812-1773-9286

× 0812-1773-9286